Komentar :
Kejadian buruk di kereta api sudah menjadi tradisi, dimulai dari pencurian sampai tindakan asusila. Namun, ini tidak membuat masyarakat menjadi jera naik transportasi yang bisa dibilang cepat itu. Walaupun Pemerintah sudah banyak melakukan inovasi untuk memperkecil kejadian buruk itu diantaranya pengamanan yang diperketat, atau untuk mengurangi tindakan asusila disediakan gerbong khusus wanita dimana gerbong ini hanya untuk wanita dan tidak terdapat kaum laki-laki. Inovasi ini terbukti efektif dan mengurangi kejadian buruk terhadap wanita.
Dan yang sekarang sedang gencar dilakukan pemerintah adalah mengurangi resiko kecelakaan bagi mereka yang sering naik diatas gerbong. Terutama untuk kereta kelas ekonomi. Pemandangan ini seolah-olah menjadi hal yang sangat biasa diperlihatkan setiap jam sibuk yaitu di pagi hari dan sore hari. Pemerintah melakukan inovasi dengan memberikan cairan penyemprot warna di setiap jalan kereta api. Jadi bagi mereka yang ketahuan bajunya basah karena cairan warna tersebut akan langsung disidang ditempat. Dan terbukti ini mengurangi angka penumpang kereta api yang nakal yang sering naik ke atas gerbong.
Diharapkan dengan inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah saat ini, bisa mengurangi tingkat kecelakaan akibat menaiki kereta api.
sumber : liputan6.com
Selasa, 17 Mei 2011
Pengalihan Arus Kendaraan Terbukti Efektif
Komentar :
Kemacetan di Ibu Kota Jakarta sudah sangat parah, jalan tol menjadi tidak berguna lagi. Karena hanya bisa mengurangi tingkat kemacetan sebesar 10%. Bahkan, di jalan tol pun juga sering macet. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan diantaranya membuat TransJakarta yang diperkirakan bisa mengurangi angka kemacetan, dan seluruh warga Jakarta tidak usah menaiki mobil pribadi tapi menggunakan TransJakarta. Sampai sekarang pun hal ini tidak terbukti mengurangi kemacetan, karena TransJakarta sendiri tidak dimanfaatkan dengan baik.
Menjelang KTT Asean tanggal 7-8 Mei yang lalu, pemerintah menetapkan truk atau kendaraan barang tidak boleh melintas di jalan tol dan dialihkan ke ruas jalan yang lain mulai pukul 05.00-22.00 WIB. Dan terbukti kemacetan ini berkurang efektif hingga 50%. Dan rencananya pemerintah akan tetap memberlakukan system ini tidak hanya dalam rangka KTT Asean, tapi sampai seterusnya.
Namun, yang namanya keputusan pasti menuai pro dan kontra, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat atau Organda keberatan dengan kebijakan ini, karena pengalihan jalan ini tentunya akan membuat pengiriman barang menjadi terlambat.
Semoga keputusan ini bisa dipikirkan kembali, dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.
Sumber : liputan6.com
Kemacetan di Ibu Kota Jakarta sudah sangat parah, jalan tol menjadi tidak berguna lagi. Karena hanya bisa mengurangi tingkat kemacetan sebesar 10%. Bahkan, di jalan tol pun juga sering macet. Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemacetan diantaranya membuat TransJakarta yang diperkirakan bisa mengurangi angka kemacetan, dan seluruh warga Jakarta tidak usah menaiki mobil pribadi tapi menggunakan TransJakarta. Sampai sekarang pun hal ini tidak terbukti mengurangi kemacetan, karena TransJakarta sendiri tidak dimanfaatkan dengan baik.
Menjelang KTT Asean tanggal 7-8 Mei yang lalu, pemerintah menetapkan truk atau kendaraan barang tidak boleh melintas di jalan tol dan dialihkan ke ruas jalan yang lain mulai pukul 05.00-22.00 WIB. Dan terbukti kemacetan ini berkurang efektif hingga 50%. Dan rencananya pemerintah akan tetap memberlakukan system ini tidak hanya dalam rangka KTT Asean, tapi sampai seterusnya.
Namun, yang namanya keputusan pasti menuai pro dan kontra, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat atau Organda keberatan dengan kebijakan ini, karena pengalihan jalan ini tentunya akan membuat pengiriman barang menjadi terlambat.
Semoga keputusan ini bisa dipikirkan kembali, dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun.
Sumber : liputan6.com
Tingkat Kelulusan Siswa SMA Meningkat
Senin 16 mei 2011 pengumuman kelulusan tingkat SMA dan sederajat, diumumkan. Dan menurut Mendiknas kelulusan meningkat dari tahun sebelumnya. Walaupun tidak seluruh murid kelas 3 SMA di Indionesia lulus 100% tapi tingkat kelulusan naik signifikan. Ini karena Mendiknas merubah system penilaian kelulusan, karena nilai tidak seluruhnya diambil dari UN (ujian Nasional) melainkan ditambah dengan nilai rapor ujian sekolah. Banyak siswa mengaku senang karena system penilaian ini, setidaknya upaya mereka sekolah selama 3 tahun tidak sia-sia.
Tingkat kelulusan terendah secara Nasional masih dipegang oleh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), walaupun tingkat kelulusan juga naik. Tapi wilayah ini masih memegang tingkat kelulusan terendah se-Indonesia.
Sementara untuk mereka yang belum lulus, Mendiknas memberi kesempatan mengikuti ujian kesetaraan atau paket C yang ijazahnya setara dengan ijazah biasa.
Sumber : Liputan 6.com
Tingkat kelulusan terendah secara Nasional masih dipegang oleh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), walaupun tingkat kelulusan juga naik. Tapi wilayah ini masih memegang tingkat kelulusan terendah se-Indonesia.
Sementara untuk mereka yang belum lulus, Mendiknas memberi kesempatan mengikuti ujian kesetaraan atau paket C yang ijazahnya setara dengan ijazah biasa.
Sumber : Liputan 6.com
Senin, 16 Mei 2011
Bisnis Baruku
Banyak Mahasiswa zaman sekarang yang kuliah tidak hanya sekedar untuk kuliah. Setelah mereka selesai kuliah, banyak diantaranya yang bekerja separuh waktu atau part time. Bahkan ada juga yang sengaja membolos kuliah hanya untuk bekerja. Dengan berbagai macam alasan mereka ingin bekerja, seperti menambah uang jajan sendiri atau untuk membayar biaya kuliah sendiri.
Dan banyak mahasiswa yang lebih mengutamakan bekerja, dari pada kuliah. Bagi mereka lebih enak bekerja, karena bisa mendapat uang. Sedangkan kuliah hanya formalitas untuk mencari kerja saja. Banyak cara yang dilakukan mahasiswa untuk menambah uang saku mereka. Ada yang kuliah dari pagi hingga sore, dan malamnya mereka bekerja. Ada juga yang dari pagi bekerja dan malamnya kuliah.
Mereka yang bekerja memang rata-rata tidak berpenghasilan cukup baik dibidang ekonomi, tapi tidak sedikit juga yang berpenghasilan baik tetap mencari kerja. Tapi tidak sekeras mereka yang tidak punya penghasilan ekonomi cukup. Mereka yang berpenghasilan baik, bekerja hanya untuk menambah uang saku atau membeli barang yang mereka inginkan. Sedangkan yang tidak berpenghasilan baik, bekerja untuk membiayai kuliahnya dan mencari uang saku sendiri.
Mencari uang tidak harus dengan bekerja sampai kuliah terbengkalai, banyak mahasiswa yang lebih memilih berbisnis dari pada harus bekerja. Seperti bisnis pulsa, makanan, atau yang lain. Karena di kampus peluang untuk berwirausaha sangat besar, asalkan kita bisa membaca peluang yang ada. Mau dimanapun kita mencari uang, asal dibarengi dengan niat pasti uang itu akan terkumpul.
Saya lebih memilih untuk berbisnis pulsa, karena peluang menjual pulsa masih sangat besar. Walaupun memang sudah banyak yang menjualnya, tapi saya tetap optimis saya pasti berhasil. Awalnya saya berpikir ingin menjadi SPG (sales promotion girls), karena banyak teman-teman saya yang menjadi SPG. Tapi itu pasti bisa mengganggu waktu kuliah saya, jadi saya batalkan niat itu.
Saya yakin orangtua saya masih mampu untuk membiayai saya, dan saya tidak ingin mengecewakan mereka. Karena saya tahu orangtua pasti akan bangga kalau kita lulus dan menjadi seorang sarjana. Jadi dengan bisnis pulsa tidak akan mengganggu waktu kuliah saya, dan saya tetap akan mendapat uang dari bisnis saya.
Dan banyak mahasiswa yang lebih mengutamakan bekerja, dari pada kuliah. Bagi mereka lebih enak bekerja, karena bisa mendapat uang. Sedangkan kuliah hanya formalitas untuk mencari kerja saja. Banyak cara yang dilakukan mahasiswa untuk menambah uang saku mereka. Ada yang kuliah dari pagi hingga sore, dan malamnya mereka bekerja. Ada juga yang dari pagi bekerja dan malamnya kuliah.
Mereka yang bekerja memang rata-rata tidak berpenghasilan cukup baik dibidang ekonomi, tapi tidak sedikit juga yang berpenghasilan baik tetap mencari kerja. Tapi tidak sekeras mereka yang tidak punya penghasilan ekonomi cukup. Mereka yang berpenghasilan baik, bekerja hanya untuk menambah uang saku atau membeli barang yang mereka inginkan. Sedangkan yang tidak berpenghasilan baik, bekerja untuk membiayai kuliahnya dan mencari uang saku sendiri.
Mencari uang tidak harus dengan bekerja sampai kuliah terbengkalai, banyak mahasiswa yang lebih memilih berbisnis dari pada harus bekerja. Seperti bisnis pulsa, makanan, atau yang lain. Karena di kampus peluang untuk berwirausaha sangat besar, asalkan kita bisa membaca peluang yang ada. Mau dimanapun kita mencari uang, asal dibarengi dengan niat pasti uang itu akan terkumpul.
Saya lebih memilih untuk berbisnis pulsa, karena peluang menjual pulsa masih sangat besar. Walaupun memang sudah banyak yang menjualnya, tapi saya tetap optimis saya pasti berhasil. Awalnya saya berpikir ingin menjadi SPG (sales promotion girls), karena banyak teman-teman saya yang menjadi SPG. Tapi itu pasti bisa mengganggu waktu kuliah saya, jadi saya batalkan niat itu.
Saya yakin orangtua saya masih mampu untuk membiayai saya, dan saya tidak ingin mengecewakan mereka. Karena saya tahu orangtua pasti akan bangga kalau kita lulus dan menjadi seorang sarjana. Jadi dengan bisnis pulsa tidak akan mengganggu waktu kuliah saya, dan saya tetap akan mendapat uang dari bisnis saya.
Pacarku adalah teman kecilku
Senangnya mempunyai sahabat ketika waktu kecil, sahabat untuk berbagi, bercerita, menemani kita disaat kita sedih maupun senang. Tapi yang membuat berbeda adalah kalau cewe bersahabat dengan cowo. Sangat jarang terjadi, karena biasanya cewe bersahabat dengan cewe dan cowo bersahabat dengan cowo. Biasanya para cewe merasa nyaman jika bercerita dengan sesama cewe, tapi lain halnya dengan kisah satu ini.
Safa adalah seorang cewe yang mempunyai sahabat kecil bernama Refan. Mereka bersahabat sejak kecil sampai sekarang. Ketika Safa sedih Refan selalu menghiburnya, dan Refan pun selalu menjaga Safa seperti seorang kakak yang selalu menjaga adiknya. Safa adalah cewe manja yang manis, sedangkan Refan cowo cool yang tampan dan jarang sekali mempunyai sahabat wanita kecuali Safa. Sehingga teman-teman Safa pun banyak yang ingin berkenalan dengan Refan melalui Safa.
Sekarang mereka kuliah di Universitas yang sama, dan setiap hari mereka selalu datang bersama karena rumah mereka juga berdekatan. Safa kuliah di Jurusan Broadcasting sedangkan Refan di Jurusan Hubungan Internasional. Sesampainya mereka di kampus, mereka menyempatkan untuk makan bersama di kantin kampus. Dan seperti biasa fansnya Refan sudah menunggu di kantin, “fans lo tuh, udah pada nungguin sana gih samperin” kata Safa. “apaan sih lo, gara-gara lo tuh mereka jadi brutal begitu. Kan gw bilang, gw ga suka diikutin” kata Refan. “mereka tuh cuma pengen kenal ma lo re, apa salahnya sih” kata Safa. “pokoknya gw ga suka! Kalo bukan karena lo sahabat gw dari kecil, ga mungkin gw mau sahabatan sama cewe. Cewe tuh ribet!” kata Refan. Safa yang mendengar omongan Refan langsung cemberut dan menuju kelas, “iauda gw duluan ya, nanti gw kabarin lo” kata Safa.
Sesampainya di kelas Safa langsung disambut dengan kedua sahabatnya yaitu Meri dan Sinta. “sa, tau ga lo ada mahasiswa baru jurusan musik. Keren sumpah. Tadi gw baru lihat sama Sinta” ucap Meri. “ia sa, ganteeennggg..kayanya dia jodoh gw yang selama ini gw cari deh..” ucap Sinta dengan wajah tersenyum. Meri yang langsung mendengar ucapan Sinta langsung mencubit Sinta gergetan. “serius lo? Yang mana? Kok gw belum lihat si?” ucap Safa. “iauda nanti kita cari ya, kalau ga salah namanya Dimas” ucap Meri. Istirahat pun tiba, Safa dan kedua sahabatnya langsung mencari Dimas, cowo yang membuat satu universitas heboh karena ketampanannya.
Dan mereka berhasil menemukan Dimas di kantin kampus, dan yang tidak diduga Safa bertabrakan tidak sengaja dengan Dimas. Dimas dengan ketampanannya langsung menyihir Safa, sehingga Safa langsung menyukai Dimas. Bulan demi bulan berlalu, Safa dan Dimas pun semakin dekat dan sekarang mereka sudah berpacaran. Refan yang merasa semakin jauh dengan Safa merasa kehilangan dan mencari tahu, kenapa sahabatnya yang satu ini tidak pernah lagi menghubunginya. Refan pun tahu kalau sekarang Safa sudah berpacaran dengan Dimas.
Entah mengapa Refan tidak menyukai Dimas, dan Refan pun tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan. “Apa benar gw cemburu” Tanya Refan dalam hati, namun dengan keyakinan yang kuat Refan meyakinkan “gw ga mungkin cemburu sama Dimas!”. Tapi Refan tetap akan mencari tahu apa benar Dimas benar-benar mencintai Safa atau dia hanya ingin mempermainkan Safa. Karena dia sudah berjanji akan menjaga Safa, dan tidak akan pernah rela melihat Safa bersedih.
Di sebuah kafe, Refan melihat Dimas sedang bermesraan dengan seorang wanita dan ternyata itu bukan Safa. “benar kan firasat gw, Dimas itu cowo gak bener! Sialan tuh cowo, harus gw beri pelajaran” ucap Refan dalam hati. Refan pun langsung menelpon Safa dan meminta Safa untuk segera pergi ke kafe tersebut. Sesampainya Safa di kafe, Refan langsung menunjukkan kelakuan Dimas yang lagi bermesraan dengan cewe lain. Safa pun langsung menangis dan pergi dari kafe tersebut, Refan pun langsung mengejar Safa.
Di taman pun Safa menangis dan tidak berhenti-berhenti, Refan pun langsung memeluk Safa karena tidak kuasa melihat sahabatnya menangis seperti itu. “kamu ga seharusnya kaya gini fa. Dimas ga pantes kamu tangisin! Udah ya jangan nangis lagi. Kan ada aku disini” ucap Refan. “aku ga nyangka Dimas seperti itu, aku pikir Dimas cuma sayang sama aku. Sekarang nggak ada lagi yang sayang sama aku re” ucap Safa sambil menangis. “kata siapa nggak ada yang sayang sama kamu sa? Aku sayang sama kamu. Terus juga masih ada orangtua dan teman-teman kamu sa” ucap Refan. “Tapi itu beda fan..” ucap Safa sambil menangis. “Sa denger aku ya, aku sayang sama kamu lebih dari seorang sahabat. Aku cinta sa sama kamu, ini udah lama aku rasain tapi aku nggak ngerti gimana ungkapinnya ke kamu. Karena kita udah sahabatan sejak kecil. Aku ga mau merusak semuanya karena perasaan ini” ucap Refan. “ apa fan? Kamu cinta sama aku? Tapi itu ga mungkin, kamu sahabat aku, kita ga mungkin bisa pacaran” ucap Safa tidak percaya. “aku juga ga minta lebih sa, aku cuma ingin kamu tahu, kalau masih banyak orang yang sayang sama kamu termasuk aku. Jadi jangan sedih lagi ya” ucap Refan dengan senyum manisnya.
Keesokan harinya Safa memutuskan untuk putus dari Dimas, Dimas yang tidak mengerti apa-apa bingung kenapa Safa memutuskannya. “lo tu cowo brengsek tau! Kurangajar lo ya selama ini mempermainkan perasaan gw. Gw mau kita putus!” ucap Safa. “kamu tau dari mana? Aku ga mempermainkan kamu sayang” ucap Dimas. Safa pun yang tidak bisa mengontrol emosinya langsung menampar Dimas dan berkata “mulai sekarang kita PUTUS!!”. Dimas pun hanya bisa terpaku dan terdiam.
Safa pun masih terpikirkan dengan kata-kata Refan yang menyatakan perasaan padanya, sudah sebulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Dan Safa sangat merasakan kehilangan karena Refan tidak pernah lagi menghubunginya, “apa benar ya gw juga cinta sama Refan? Kok gw ngerasa kehilangan Refan banget ya” ucap Safa dalam hati. Dan akhirnya Safa pun memutuskan untuk memberitahu perasaan yang sebenarnya dia rasakan pada Refan. Karena dia yakin hanya Refan yang bisa menjaganya, menghiburnya, dan tidak pernah membuatnya menangis. “fan, kamu kemana ajah? Kok ga pernah hubungi aku lagi? Aku mau bilang sesuatu sama kamu. Aku sayang kamu fan. Kamu yang terbaik untukku” ucap Safa. “kamu serius sayang sama aku? Aku senang banget sa dengernya. Terima kasih ya. Aku janji nggak akan membuatmu menangis” ucap Refan. “aku percaya kok sama kamu” ucap Safa dengan senyuman termanisnya.
Safa adalah seorang cewe yang mempunyai sahabat kecil bernama Refan. Mereka bersahabat sejak kecil sampai sekarang. Ketika Safa sedih Refan selalu menghiburnya, dan Refan pun selalu menjaga Safa seperti seorang kakak yang selalu menjaga adiknya. Safa adalah cewe manja yang manis, sedangkan Refan cowo cool yang tampan dan jarang sekali mempunyai sahabat wanita kecuali Safa. Sehingga teman-teman Safa pun banyak yang ingin berkenalan dengan Refan melalui Safa.
Sekarang mereka kuliah di Universitas yang sama, dan setiap hari mereka selalu datang bersama karena rumah mereka juga berdekatan. Safa kuliah di Jurusan Broadcasting sedangkan Refan di Jurusan Hubungan Internasional. Sesampainya mereka di kampus, mereka menyempatkan untuk makan bersama di kantin kampus. Dan seperti biasa fansnya Refan sudah menunggu di kantin, “fans lo tuh, udah pada nungguin sana gih samperin” kata Safa. “apaan sih lo, gara-gara lo tuh mereka jadi brutal begitu. Kan gw bilang, gw ga suka diikutin” kata Refan. “mereka tuh cuma pengen kenal ma lo re, apa salahnya sih” kata Safa. “pokoknya gw ga suka! Kalo bukan karena lo sahabat gw dari kecil, ga mungkin gw mau sahabatan sama cewe. Cewe tuh ribet!” kata Refan. Safa yang mendengar omongan Refan langsung cemberut dan menuju kelas, “iauda gw duluan ya, nanti gw kabarin lo” kata Safa.
Sesampainya di kelas Safa langsung disambut dengan kedua sahabatnya yaitu Meri dan Sinta. “sa, tau ga lo ada mahasiswa baru jurusan musik. Keren sumpah. Tadi gw baru lihat sama Sinta” ucap Meri. “ia sa, ganteeennggg..kayanya dia jodoh gw yang selama ini gw cari deh..” ucap Sinta dengan wajah tersenyum. Meri yang langsung mendengar ucapan Sinta langsung mencubit Sinta gergetan. “serius lo? Yang mana? Kok gw belum lihat si?” ucap Safa. “iauda nanti kita cari ya, kalau ga salah namanya Dimas” ucap Meri. Istirahat pun tiba, Safa dan kedua sahabatnya langsung mencari Dimas, cowo yang membuat satu universitas heboh karena ketampanannya.
Dan mereka berhasil menemukan Dimas di kantin kampus, dan yang tidak diduga Safa bertabrakan tidak sengaja dengan Dimas. Dimas dengan ketampanannya langsung menyihir Safa, sehingga Safa langsung menyukai Dimas. Bulan demi bulan berlalu, Safa dan Dimas pun semakin dekat dan sekarang mereka sudah berpacaran. Refan yang merasa semakin jauh dengan Safa merasa kehilangan dan mencari tahu, kenapa sahabatnya yang satu ini tidak pernah lagi menghubunginya. Refan pun tahu kalau sekarang Safa sudah berpacaran dengan Dimas.
Entah mengapa Refan tidak menyukai Dimas, dan Refan pun tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan. “Apa benar gw cemburu” Tanya Refan dalam hati, namun dengan keyakinan yang kuat Refan meyakinkan “gw ga mungkin cemburu sama Dimas!”. Tapi Refan tetap akan mencari tahu apa benar Dimas benar-benar mencintai Safa atau dia hanya ingin mempermainkan Safa. Karena dia sudah berjanji akan menjaga Safa, dan tidak akan pernah rela melihat Safa bersedih.
Di sebuah kafe, Refan melihat Dimas sedang bermesraan dengan seorang wanita dan ternyata itu bukan Safa. “benar kan firasat gw, Dimas itu cowo gak bener! Sialan tuh cowo, harus gw beri pelajaran” ucap Refan dalam hati. Refan pun langsung menelpon Safa dan meminta Safa untuk segera pergi ke kafe tersebut. Sesampainya Safa di kafe, Refan langsung menunjukkan kelakuan Dimas yang lagi bermesraan dengan cewe lain. Safa pun langsung menangis dan pergi dari kafe tersebut, Refan pun langsung mengejar Safa.
Di taman pun Safa menangis dan tidak berhenti-berhenti, Refan pun langsung memeluk Safa karena tidak kuasa melihat sahabatnya menangis seperti itu. “kamu ga seharusnya kaya gini fa. Dimas ga pantes kamu tangisin! Udah ya jangan nangis lagi. Kan ada aku disini” ucap Refan. “aku ga nyangka Dimas seperti itu, aku pikir Dimas cuma sayang sama aku. Sekarang nggak ada lagi yang sayang sama aku re” ucap Safa sambil menangis. “kata siapa nggak ada yang sayang sama kamu sa? Aku sayang sama kamu. Terus juga masih ada orangtua dan teman-teman kamu sa” ucap Refan. “Tapi itu beda fan..” ucap Safa sambil menangis. “Sa denger aku ya, aku sayang sama kamu lebih dari seorang sahabat. Aku cinta sa sama kamu, ini udah lama aku rasain tapi aku nggak ngerti gimana ungkapinnya ke kamu. Karena kita udah sahabatan sejak kecil. Aku ga mau merusak semuanya karena perasaan ini” ucap Refan. “ apa fan? Kamu cinta sama aku? Tapi itu ga mungkin, kamu sahabat aku, kita ga mungkin bisa pacaran” ucap Safa tidak percaya. “aku juga ga minta lebih sa, aku cuma ingin kamu tahu, kalau masih banyak orang yang sayang sama kamu termasuk aku. Jadi jangan sedih lagi ya” ucap Refan dengan senyum manisnya.
Keesokan harinya Safa memutuskan untuk putus dari Dimas, Dimas yang tidak mengerti apa-apa bingung kenapa Safa memutuskannya. “lo tu cowo brengsek tau! Kurangajar lo ya selama ini mempermainkan perasaan gw. Gw mau kita putus!” ucap Safa. “kamu tau dari mana? Aku ga mempermainkan kamu sayang” ucap Dimas. Safa pun yang tidak bisa mengontrol emosinya langsung menampar Dimas dan berkata “mulai sekarang kita PUTUS!!”. Dimas pun hanya bisa terpaku dan terdiam.
Safa pun masih terpikirkan dengan kata-kata Refan yang menyatakan perasaan padanya, sudah sebulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Dan Safa sangat merasakan kehilangan karena Refan tidak pernah lagi menghubunginya, “apa benar ya gw juga cinta sama Refan? Kok gw ngerasa kehilangan Refan banget ya” ucap Safa dalam hati. Dan akhirnya Safa pun memutuskan untuk memberitahu perasaan yang sebenarnya dia rasakan pada Refan. Karena dia yakin hanya Refan yang bisa menjaganya, menghiburnya, dan tidak pernah membuatnya menangis. “fan, kamu kemana ajah? Kok ga pernah hubungi aku lagi? Aku mau bilang sesuatu sama kamu. Aku sayang kamu fan. Kamu yang terbaik untukku” ucap Safa. “kamu serius sayang sama aku? Aku senang banget sa dengernya. Terima kasih ya. Aku janji nggak akan membuatmu menangis” ucap Refan. “aku percaya kok sama kamu” ucap Safa dengan senyuman termanisnya.
Puisi_Kebesaranmu_
Ketika musibah itu datang..
Tak satupun dapat menghindarinya..
Sedih..menangis..takut..panik..
Itulah yang kita rasakan saat musibah itu terjadi..
Usaha pun menjadi tiada guna..
Hanya berdoa dan kepasrahan lah yang saat itu dapat kita lakukan..
Jangankan untuk tertawa, senyumpun susah rasanya..
Hanya air mata yang mampu menjawab semuanya..
Hidup bagaikan tiada arti, saat orang-orang yang kita cintai menjadi korbannya..
Melihat anak yang kehilangan orangtuanya..
Melihat istri yang kehilangan suaminya..
Melihat keluarga yang terpisah satu sama lain..
Bahkan melihat mayat-mayat manusia yang tergeletak dimana-mana..
Oh..Tuhan..tiada satupun manusia yang mampu menandingi kehebatanmu..
Kau buat semua memohon ampun padamu agar diberikan keselamatan..
Tiada daya dan upaya qu setelah semua yang telah kau ciptakan..
Hanya rasa syukur yang bisa kami ucapkan, untuk semua yang telah kau ciptakan..
Tak satupun dapat menghindarinya..
Sedih..menangis..takut..panik..
Itulah yang kita rasakan saat musibah itu terjadi..
Usaha pun menjadi tiada guna..
Hanya berdoa dan kepasrahan lah yang saat itu dapat kita lakukan..
Jangankan untuk tertawa, senyumpun susah rasanya..
Hanya air mata yang mampu menjawab semuanya..
Hidup bagaikan tiada arti, saat orang-orang yang kita cintai menjadi korbannya..
Melihat anak yang kehilangan orangtuanya..
Melihat istri yang kehilangan suaminya..
Melihat keluarga yang terpisah satu sama lain..
Bahkan melihat mayat-mayat manusia yang tergeletak dimana-mana..
Oh..Tuhan..tiada satupun manusia yang mampu menandingi kehebatanmu..
Kau buat semua memohon ampun padamu agar diberikan keselamatan..
Tiada daya dan upaya qu setelah semua yang telah kau ciptakan..
Hanya rasa syukur yang bisa kami ucapkan, untuk semua yang telah kau ciptakan..
Pengalaman Buruk ku
Setelah berhari-hari berkutat dengan tugas-tugas dan kuis, dan sebelum menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester) saya dan teman-teman yaitu Lintang, Ririn, Nita, dan Eva merencanakan untuk berlibur untuk membuang penat dan hitung-hitung refreshing sebelum UTS dimulai. Kami memutuskan untuk pergi berlibur ke Kebun Raya Bogor.
Hari sabtu, tanggal 5 Februari 2011 kami berangkat menuju Bogor dari Depok. Dan kereta adalah transportasi yang kami pilih untuk menuju kesana. Dari stasiun depok lama kami berangkat. Kereta AC-Ekonomi cukup nyaman untuk dinaiki, karena kereta ini memiliki khusus gerbong wanita. Dimana gerbong ini hanya berisikan wanita, pria tidak boleh masuk dalam gerbong ini. Dan sangat dijaga ketat oleh petugas dalam kereta.
Tetapi setibanya di stasiun depok lama, kami ketinggalan kereta AC-Ekonomi, yang ada kereta ekonomi biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta itu dengan pertimbangan bahwa hari ini hari sabtu dan hari weekend, dan kereta ekonomi tidak mungkin sepenuh hari biasanya. Dan perkiraan kami benar, kereta ekonomi tidak sepenuh hari biasanya dan cukup ruang untuk kami semua.
Di tengah perjalanan saya mendapat musibah, saya lupa ternyata saya masih memakai kalung emas. Ya dengan leluasanya pencuri itu mengambil kalung ku, tapi yang membuat saya bingung di dalam kereta itu banyak sekali orang tidak ada satu pun yang meneriakkan “maling” atau mencegah pencuri itu pergi. Aneh memang, dalam perjalanan aku masih terus bertanya-tanya.
Kenapa ya tidak ada satu orang pun yang berteriak atau mencegah pencuri itu? Apa kejadian ini memang sudah menjadi kebiasaan? Atau apa mereka takut semua? Saya bertanya pada teman saya yang biasanya sering naik kereta dan teman saya Eva menjawab “kalau barang kita sudah dicuri dalam kereta ya ikhlaskan saja, karena pencuri itu mempunyai kelompok dimana nanti kalau kita macam-macam yang ada kita akan terus diikuti oleh mereka dan bisa membahayakan nyawa kita”.
Dan akhirnya saya mengerti kenapa semua orang di kereta itu tidak ada yang berani meneriakkan dan mencegah pencuri itu pergi. Mungkin memang lebih baik kita ikhlaskan dan percayalah Tuhan akan mengganti beribu kali lipat sesuatu yang dicuri oleh orang lain. Sesampainya di Bogor saya masih shock atas kejadian tadi, dan bingung harus bilang apa pada orangtua saya.
Sempat terpikir untuk berbohong bilang pada mama, tapi sepahit apapun kejujuran tetap harus diucapkan. Dan saya memutuskan untuk mengatakan pada mama yang sebenarnya, dengan kekuatan yang cukup saya bicara pada mama lewat telepon, “ma..kalungnya dijambret.” Lalu mama saya berkata “nah kan, iauda yang penting kamu gapapakan. Hati-hati ya..” dan saya hanya bisa meminta maaf dan sangat menyesal, karena kejadian itu juga kesalahan saya tidak bisa menjaga barang yang saya punya.
Dari kejadian itu saya bisa mengambil hikmah untuk lebih berhati-hati, karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan karena bisa mengundang kejahatan.
Hari sabtu, tanggal 5 Februari 2011 kami berangkat menuju Bogor dari Depok. Dan kereta adalah transportasi yang kami pilih untuk menuju kesana. Dari stasiun depok lama kami berangkat. Kereta AC-Ekonomi cukup nyaman untuk dinaiki, karena kereta ini memiliki khusus gerbong wanita. Dimana gerbong ini hanya berisikan wanita, pria tidak boleh masuk dalam gerbong ini. Dan sangat dijaga ketat oleh petugas dalam kereta.
Tetapi setibanya di stasiun depok lama, kami ketinggalan kereta AC-Ekonomi, yang ada kereta ekonomi biasa. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta itu dengan pertimbangan bahwa hari ini hari sabtu dan hari weekend, dan kereta ekonomi tidak mungkin sepenuh hari biasanya. Dan perkiraan kami benar, kereta ekonomi tidak sepenuh hari biasanya dan cukup ruang untuk kami semua.
Di tengah perjalanan saya mendapat musibah, saya lupa ternyata saya masih memakai kalung emas. Ya dengan leluasanya pencuri itu mengambil kalung ku, tapi yang membuat saya bingung di dalam kereta itu banyak sekali orang tidak ada satu pun yang meneriakkan “maling” atau mencegah pencuri itu pergi. Aneh memang, dalam perjalanan aku masih terus bertanya-tanya.
Kenapa ya tidak ada satu orang pun yang berteriak atau mencegah pencuri itu? Apa kejadian ini memang sudah menjadi kebiasaan? Atau apa mereka takut semua? Saya bertanya pada teman saya yang biasanya sering naik kereta dan teman saya Eva menjawab “kalau barang kita sudah dicuri dalam kereta ya ikhlaskan saja, karena pencuri itu mempunyai kelompok dimana nanti kalau kita macam-macam yang ada kita akan terus diikuti oleh mereka dan bisa membahayakan nyawa kita”.
Dan akhirnya saya mengerti kenapa semua orang di kereta itu tidak ada yang berani meneriakkan dan mencegah pencuri itu pergi. Mungkin memang lebih baik kita ikhlaskan dan percayalah Tuhan akan mengganti beribu kali lipat sesuatu yang dicuri oleh orang lain. Sesampainya di Bogor saya masih shock atas kejadian tadi, dan bingung harus bilang apa pada orangtua saya.
Sempat terpikir untuk berbohong bilang pada mama, tapi sepahit apapun kejujuran tetap harus diucapkan. Dan saya memutuskan untuk mengatakan pada mama yang sebenarnya, dengan kekuatan yang cukup saya bicara pada mama lewat telepon, “ma..kalungnya dijambret.” Lalu mama saya berkata “nah kan, iauda yang penting kamu gapapakan. Hati-hati ya..” dan saya hanya bisa meminta maaf dan sangat menyesal, karena kejadian itu juga kesalahan saya tidak bisa menjaga barang yang saya punya.
Dari kejadian itu saya bisa mengambil hikmah untuk lebih berhati-hati, karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dan tidak memakai perhiasan yang berlebihan karena bisa mengundang kejahatan.
Langganan:
Postingan (Atom)